Tidak ada neraka di bawah kami
Di atas kita hanya langit
Bayangkan jika semua orang
Hidup untuk hari ini
Bayangkan tidak ada negara
Hal ini tidak sulit dilakukan
Tidak ada yang membunuh ataupun mati
Bayangkan semua orang
Hidup dalam damai
Anda mungkin mengatakan bahwa aku seorang pemimpi
Tapi aku bukan satu-satunya
Saya harap suatu hari nanti Anda akan bergabung dengan kami
Dan dunia ini akan menjadi satu
Bayangkan tidak ada harta
Aku ingin tahu apakah Anda dapat
Tidak akan ada keserakahan atau kelaparan
Sebuah persaudaraan manusia
Bayangkan semua orang di dunia berbagi
Anda mungkin mengatakan bahwa aku seorang pemimpi
Tapi aku bukan satu-satunya
Saya harap suatu hari nanti Anda akan bergabung dengan kami
Dan dunia akan hidup damai selamanya
Welcome to Erlangga's blog
Terimakasih telah mengunjungi blog ini...
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda..
SELAMAT MEMBACA...
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda..
SELAMAT MEMBACA...
Erlangga's Blog
Sabtu, 15 Januari 2011
IMAGINE
Imagine there's no Heaven
It's easy if you try
No hell below us
Above us only sky
Imagine all the people
Living for today
Imagine there's no countries
It isn't hard to do
Nothing to kill or die for
And no religion too
Imagine all the people
Living life in peace
You may say that I'm a dreamer
But I'm not the only one
I hope someday you'll join us
And the world will be as one
Imagine no possessions
I wonder if you can
No need for greed or hunger
A brotherhood of man
Imagine all the people
Sharing all the world
You may say that I'm a dreamer
But I'm not the only one
I hope someday you'll join us
And the world will live as one
It's easy if you try
No hell below us
Above us only sky
Imagine all the people
Living for today
Imagine there's no countries
It isn't hard to do
Nothing to kill or die for
And no religion too
Imagine all the people
Living life in peace
You may say that I'm a dreamer
But I'm not the only one
I hope someday you'll join us
And the world will be as one
Imagine no possessions
I wonder if you can
No need for greed or hunger
A brotherhood of man
Imagine all the people
Sharing all the world
You may say that I'm a dreamer
But I'm not the only one
I hope someday you'll join us
And the world will live as one
Rabu, 12 Mei 2010
Suara Malaikat atau Bisikan Setan?
Tidak jarang sebagian kita dihadapkan pada kebisingan suara dan
bisikan di dalam hati, saat hati sedang bimbang dan bingung.
Kadang-kadang suara dan bisikan itu muncul saat hati terluka, bingung
menentukan sikap. Sering juga muncul dalam kesunyian dan kesendirian,
saat merenungi nasib yang tak menentu, yang semakin hari terasa
semakin dihimpit oleh keadaan dan tuntutan kebutuhan.
Tidak jarang juga terjadi suara itu membising saat menjelang tidur,
terutama saat mata tak dapat dipejamkan karena ditinggal suami atau
isteri, atau kehilangan pekerjaan, bingung menentukan pilihan. Atau
karena pekerjaannya tergeser oleh orang lain akibat ketatnya
persaingan yang tak manusiawi di zaman kapitalisme sedang berkuasa.
Bahkan sebagian kita juga sering dibingunan untuk menentukan pilihan
karena prediksi tentang nasib dirinya, yang diisyaratkan oleh
"Waliyulah" atau "Orang pintar" melalui penerawangan ghaib atau
bisikan dan suara hatinya.
Supaya kita tidak bingung menentukan sikap dan memiliki konsep serta
rumus yang jelas, saya akan kutipkan beberapa uraian dan penjelasan
seorang ulama besar, filosuf dan sufi besar di zaman, yaitu Allamah
Muhammad Mahdi An-Naraqi dalam kitabnya "Jami'us Sa'adat, penghimpun
kebahagiaan. Mari kita simak dengan cermat dan teliti, semoga
bermanfaat bagi kita semua. Berikut ini penjelasan beliau:
Ketahuilah, suara atau bisikan yang muncul di dalam hati, adakalanya
baik dan adakalanya buruk. Jika bisikan atau suara halus itu mengajak
pada keburukan, maka suara itu tercela dan dinamakan "Was-was"
(bisikan setan). Jika suara itu mengajak pada kebaikan, maka suara itu
terpuji dan dinamakan "Ilham" (suara malaikat).
Hati dari sisi munculnya suara atau bisikan bagaikan:
1. Sararan anak panah yang dipancarkan dari berbagai arah.
2. Taman yang dialiri air dari berbagai saluran.
3. Rumah yang memiliki beberapa pintu dapat dimasuki bermacam-macam
manusia.
4. Atau cermin yang padanya bercermin bermacam-macam bentuk dan wajah
manusia.
Semua contoh tersebut tergantung dan tidak terlepas dari apa yang
datang dan mengalir padanya. Demikian juga hati, tidak terlepas dari
suara atau bisikan dari mana datangnya. Suara lembut Ilahiyah (luthuf)
selalu tersembunyi dan bersemayam di dalamnya, menghadapi
bermacam-macam suara dan bisikan yang lain. Luthuf Ilahiyah itu tidak
berhubungan dengan badan dan segala kelezatannya, tersucikan dari
semua kotoran dan keburukan tabiat.
Ketika datang suara bisikan baru, tentu itu ada penyebabnya. Jika
penyebabnya setan, maka bisikan itu dinamakan "Was-was" (bisikan
setan); jika penyebabnya malaikat, maka dinamakan "Ilham" (suara
malaikat). Ketika hati siap menerima kehadiran was-was, maka
kondisinya dinamakan "Ighwa'"(bujukan) dan "Khidzlân" (kehinaan).
Ketika hati siap menerima kehadiran ilham, maka kondisinya dinamakan
"Luthuf" dan "Taufiq", suara Ilahi dan bimbingan.
bisikan di dalam hati, saat hati sedang bimbang dan bingung.
Kadang-kadang suara dan bisikan itu muncul saat hati terluka, bingung
menentukan sikap. Sering juga muncul dalam kesunyian dan kesendirian,
saat merenungi nasib yang tak menentu, yang semakin hari terasa
semakin dihimpit oleh keadaan dan tuntutan kebutuhan.
Tidak jarang juga terjadi suara itu membising saat menjelang tidur,
terutama saat mata tak dapat dipejamkan karena ditinggal suami atau
isteri, atau kehilangan pekerjaan, bingung menentukan pilihan. Atau
karena pekerjaannya tergeser oleh orang lain akibat ketatnya
persaingan yang tak manusiawi di zaman kapitalisme sedang berkuasa.
Bahkan sebagian kita juga sering dibingunan untuk menentukan pilihan
karena prediksi tentang nasib dirinya, yang diisyaratkan oleh
"Waliyulah" atau "Orang pintar" melalui penerawangan ghaib atau
bisikan dan suara hatinya.
Supaya kita tidak bingung menentukan sikap dan memiliki konsep serta
rumus yang jelas, saya akan kutipkan beberapa uraian dan penjelasan
seorang ulama besar, filosuf dan sufi besar di zaman, yaitu Allamah
Muhammad Mahdi An-Naraqi dalam kitabnya "Jami'us Sa'adat, penghimpun
kebahagiaan. Mari kita simak dengan cermat dan teliti, semoga
bermanfaat bagi kita semua. Berikut ini penjelasan beliau:
Ketahuilah, suara atau bisikan yang muncul di dalam hati, adakalanya
baik dan adakalanya buruk. Jika bisikan atau suara halus itu mengajak
pada keburukan, maka suara itu tercela dan dinamakan "Was-was"
(bisikan setan). Jika suara itu mengajak pada kebaikan, maka suara itu
terpuji dan dinamakan "Ilham" (suara malaikat).
Hati dari sisi munculnya suara atau bisikan bagaikan:
1. Sararan anak panah yang dipancarkan dari berbagai arah.
2. Taman yang dialiri air dari berbagai saluran.
3. Rumah yang memiliki beberapa pintu dapat dimasuki bermacam-macam
manusia.
4. Atau cermin yang padanya bercermin bermacam-macam bentuk dan wajah
manusia.
Semua contoh tersebut tergantung dan tidak terlepas dari apa yang
datang dan mengalir padanya. Demikian juga hati, tidak terlepas dari
suara atau bisikan dari mana datangnya. Suara lembut Ilahiyah (luthuf)
selalu tersembunyi dan bersemayam di dalamnya, menghadapi
bermacam-macam suara dan bisikan yang lain. Luthuf Ilahiyah itu tidak
berhubungan dengan badan dan segala kelezatannya, tersucikan dari
semua kotoran dan keburukan tabiat.
Ketika datang suara bisikan baru, tentu itu ada penyebabnya. Jika
penyebabnya setan, maka bisikan itu dinamakan "Was-was" (bisikan
setan); jika penyebabnya malaikat, maka dinamakan "Ilham" (suara
malaikat). Ketika hati siap menerima kehadiran was-was, maka
kondisinya dinamakan "Ighwa'"(bujukan) dan "Khidzlân" (kehinaan).
Ketika hati siap menerima kehadiran ilham, maka kondisinya dinamakan
"Luthuf" dan "Taufiq", suara Ilahi dan bimbingan.
Langganan:
Postingan (Atom)
